SANGATTA, Tajukmedia.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong peningkatan mutu pendidikan dengan memperluas akses kualifikasi akademik bagi tenaga pendidik PAUD. Langkah ini menjadi bagian penting dalam misi “Kutai Timur Hebat” yang menekankan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Pada tahun pertama, sebanyak 450 guru telah difasilitasi menempuh studi, sementara tahun ini kuota diberikan kepada 400 guru untuk meraih gelar Sarjana PAUD. Program ini dipandang sebagai investasi penting untuk memastikan pendidikan dasar usia dini memiliki fondasi yang kuat.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa seluruh guru PAUD diwajibkan memiliki kualifikasi S1 demi menjaga kualitas pembelajaran. “Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi penerus. Karena itu, seluruh guru PAUD kini wajib memiliki kualifikasi akademik S1 Sarjana PAUD. Ini komitmen kami meningkatkan mutu pendidikan sejak dini,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kutim menerapkan sistem percepatan (akselerasi) agar guru dapat menyelesaikan studi dalam satu tahun. Pemerintah daerah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). “Sistem kuliah dirancang fleksibel agar para guru tetap bisa mengajar,” jelas Ardiansyah mengenai desain program yang menyesuaikan ritme kerja pendidik.
Bupati menekankan bahwa tujuan program ini bukan sekadar mengejar gelar akademik, melainkan menumbuhkan pola pikir profesional, kreatif, dan inspiratif pada tenaga pendidik. Guru PAUD diharapkan mampu menjadi teladan bagi anak didik dan menciptakan suasana belajar yang penuh semangat. “Guru PAUD harus menjadi panutan yang bisa menyalurkan energi positif untuk anak-anak,” tambahnya.
Selain peningkatan kompetensi, Pemkab Kutim juga menargetkan pemerataan layanan pendidikan dasar. Ardiansyah menyampaikan bahwa setiap desa di seluruh kecamatan ditargetkan memiliki lembaga PAUD atau TK agar tidak ada anak yang tertinggal akses pendidikan. “Semua anak Kutim berhak mendapatkan pendidikan sejak usia dini. Karena itu, ketersediaan PAUD di setiap desa menjadi keharusan,” tutupnya.
Program percepatan kualifikasi akademik ini diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan PAUD sekaligus mempersiapkan generasi Kutai Timur yang lebih unggul dan kompetitif. (advertorial/ED1)









