SANGATTA, Tajukmedia.id – Program nasional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, mulai digas penuh di Kutai Timur (Kutim). Sebanyak 126 pengurus dari 63 koperasi hadir dalam pelatihan intensif yang dibuka Rabu (3/12/2025) pagi di Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memastikan roda ekonomi desa benar-benar bergerak lewat skema koperasi yang dirancang sebagai motor kemandirian. Sejak sesi pembukaan pukul 08.45 WITA, tensi acara terasa serius.
Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Kutim, Suwandi MP, menyampaikan bahwa para pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) harus meninggalkan pola lama dan menyesuaikan diri dengan regulasi serta arah baru yang disiapkan pemerintah.
“Kami menjalankan pelatihan di lima titik dengan total 126 peserta dari 63 koperasi. Kami berharap kita semua dapat menyamakan persepsi dan pemikiran terkait regulasi yang ada. Kita harus dan diwajibkan mengubah pola yang sudah ada,” tegas Suwandi dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dua hari pelatihan ini juga akan memetakan misi strategis, termasuk arah pengembangan gerai yang menjadi bagian penting dari desain KMP.
Tak berbeda, Sekretaris Dinas Koperasi, Ahmad Asyari, yang hadir mewakili Kadis Koperasi dan UMKM Kutim. Ia tidak berpanjang-panjang, tetapi pesannya lugas: program ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan mandat nasional.
“Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo. Tidak ada tawar menawar, suka tidak suka harus disukseskan,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan besar KMP ada tiga: meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ekonomi desa, dan menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi.
Untuk mencapai itu, Ahmad Asyari memetakan tiga strategi kerja yang harus dipegang pengurus: gotong royong, kesamaan visi, dan tim kerja yang solid. Namun ia menyebut ada satu elemen yang lebih menentukan kemampuan membaca potensi di desa masing-masing. “Tanpa itu, koperasi hanya akan berjalan administratif tanpa menghasilkan nilai ekonomi riil,” tambahnya.
Agar pelatihan tidak sebatas teori, Diskop UMKM Kutim menghadirkan dua narasumber yaitu Cahyadi, Ketua Koperasi asal Jogjakarta, serta akademisi STIE Sangatta, Nur Aida Martiin. Keduanya diharapkan memberi perspektif teknis dan lapangan yang bisa langsung diterapkan.
Pelatihan ini diproyeksikan menjadi fondasi awal yang mematangkan 126 pengurus KMP. Diharapkan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi program, tetapi gerakan ekonomi desa yang benar-benar hidup di Kutai Timur. (advertorial/ED1)









