Pelas Tanah ke-10 Resmi Dibuka, Wabup Mahyunadi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Kutai

tajukmedia.id

SUASANA kegiatan Pelas Tanah ke 10 bertempat di lapangan Taman STQ Sanggatta, Utara.
SUASANA kegiatan Pelas Tanah ke 10 bertempat di lapangan Taman STQ Sanggatta, Utara.

SANGATTA, Tajukmedia.id – Pesta Adat Pelas Tanah ke-10 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi dibuka pada Jumat malam (5/12), menghadirkan suasana sakral dan meriah di Taman STQ Bersemai, Sangatta Utara. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutim, H. Mahyunadi, yang menegaskan pentingnya pelestarian tradisi sebagai identitas masyarakat Kutai. Ratusan tamu undangan dan warga turut hadir menyaksikan pembukaan perayaan yang menjadi wujud syukur serta permohonan doa kepada leluhur.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan rasa bangganya bisa membuka langsung acara adat yang setiap tahun menjadi simbol kekuatan budaya di Kutim. Menurutnya, Pelas Tanah bukan sekadar ritual, tetapi refleksi nilai-nilai luhur yang telah diwariskan turun-temurun. “Sebagai pemerintah daerah, kami berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya kita,” ujarnya.

Ia juga berharap perayaan Pelas Tanah dapat mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan akar budaya sendiri. Mahyunadi menilai bahwa keberlanjutan tradisi sangat bergantung pada keterlibatan aktif kaum muda sebagai pewaris nilai-nilai adat. “Kami berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur kita,” tambahnya.

Selain pesan budaya, Mahyunadi turut mengajak seluruh masyarakat Kutim menyempatkan doa bagi warga di Sumatera yang tengah terdampak musibah. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan empati antar sesama anak bangsa. Pemerintah daerah, tegasnya, tidak hanya menjaga warisan leluhur tetapi juga menumbuhkan solidaritas sosial.

Sebelum sambutan Wabup, Ketua Adat Kutai Kabupaten Kutim Sayid Abdal Nanang lebih dulu menegaskan makna Pelas Tanah sebagai ruang memperkuat hubungan antar adat di seluruh wilayah Kutim. Ia menilai kegiatan ini memperkokoh jalinan silaturahmi sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi. “Kami sebagai pemimpin adat berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya kita,” ucapnya.

Gelaran pembukaan Pelas Tanah ke-10 turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kaltim H. Agus Aras, perwakilan Danlanal Sangatta dan Polres Kutim, OPD, tokoh adat, agama, serta berbagai elemen masyarakat. Perayaan adat ini akan berlanjut dengan rangkaian kegiatan budaya yang menegaskan kekayaan tradisi masyarakat Kutai di Kutim. (advertorial/ED1)

Bagikan:

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer