SANGATTA, Tajukmedia.id – Upaya pelestarian sejarah dan budaya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas. Meski memiliki jejak arkeologi, artefak bernilai tinggi, serta ragam peninggalan budaya, daerah ini hingga kini belum memiliki museum resmi sebagai pusat edukasi dan ruang publik bagi masyarakat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa ketiadaan museum telah lama menjadi sorotan berbagai kalangan, mulai dari pegiat budaya, peneliti, hingga masyarakat umum. “Ketiadaan museum ini sudah lama menjadi perhatian masyarakat, peneliti, dan pemerhati budaya,” ujarnya, dikonfirmasi Selasa (25/11/2025).
Ia menilai, tanpa fasilitas representatif, banyak artefak yang ditemukan di berbagai wilayah Kutim belum dapat dikelola dengan baik, sehingga ruang pembelajaran sejarah lokal menjadi sangat terbatas bagi generasi muda.
Ardiansyah menekankan bahwa kondisi tersebut menjadi alasan Pemkab mulai mendorong penyusunan kajian pembangunan museum daerah. Langkah ini dipandang penting untuk memastikan bahwa setiap peninggalan bersejarah dapat terinventarisasi, terawat, dan dipamerkan secara layak kepada publik.
Selama ini, Pemkab Kutim hanya mengandalkan bangunan kecil yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara artefak. Namun fasilitas tersebut dianggap jauh dari standar sebuah museum, baik dari sisi kapasitas, keamanan koleksi, maupun kelengkapan ruang pamer.
“Selama ini kita hanya menyimpan artefak di tempat yang kecil. Museum yang ada tidak cocok dari sisi kapasitas, keamanan koleksi, maupun fasilitas,” jelasnya.
Kondisi itu membuat banyak koleksi tidak dapat dipublikasikan secara optimal sehingga kekayaan sejarah Kutim belum dikenal luas oleh masyarakat.
Dia menambahkan bahwa ketiadaan museum resmi membuat sebagian besar koleksi hanya bisa disimpan seadanya, dan hanya sedikit yang dapat dilihat oleh publik. “Harapannya kajian pembangunan museum dapat segera terealisasi sebagai langkah awal menghadirkan fasilitas pelestarian sejarah yang memadai bagi Kutai Timur,” pungkasnya. (advertorial/ED1)









