Kukar Bangun Hatchery Rp20 Miliar, Siap Suplai Benur untuk Kebutuhan IKN

tajukmedia.id

Kukar Bangun Hatchery Rp20 Miliar, Siap Suplai Benur untuk Kebutuhan IKN
Peninjauan pembangunan hatchery benur modern di Desa Tanjung Limau, Muara Badak.

TENGGARONG – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Kartanegara tak ingin sekadar jadi penonton. Di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, berdiri proyek bernilai Rp20 miliar: hatchery benur modern yang dirancang bukan hanya untuk menopang sektor perikanan lokal, tapi juga menjadi tulang punggung suplai protein laut untuk IKN.

Proyek ini menjadi jawaban atas tantangan meningkatnya kebutuhan ikan dan udang di kawasan IKN—mulai dari hotel, restoran, hingga dapur institusi pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memastikan bahwa pasokan benur unggul tidak perlu lagi didatangkan dari luar daerah.

“Hatchery ini akan jadi sentra benur di wilayah utara Kukar sekaligus suplai utama bagi IKN. Kita jaga kualitas dari hulu agar hasilnya kompetitif,” ujar Muslik, Kepala DKP Kukar, Kamis (15/5/2025).

Tak hanya sebagai pusat produksi, hatchery ini juga disiapkan sebagai tempat pelatihan bagi nelayan dan pembudidaya lokal. Tujuannya jelas: membekali pelaku usaha dengan standar budidaya yang sesuai kebutuhan pasar modern—berkualitas, konsisten, dan ramah lingkungan.

Lebih dari itu, DKP Kukar membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta untuk distribusi, penyediaan pakan, hingga jasa teknis. Ini diharapkan mendorong terciptanya rantai ekonomi baru di sektor perikanan yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

“Hatchery ini bukan hanya fasilitas produksi. Ini pemantik ekonomi pesisir dan bukti bahwa Kukar siap jadi mitra strategis dalam pembangunan masa depan Indonesia,” tegas Muslik.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, Kukar menunjukkan bahwa wilayah pesisir pun mampu memainkan peran vital dalam transformasi Kalimantan Timur. Dari tambak-tambak benur di Muara Badak, Kukar mengirimkan pesan penting: bahwa kekuatan pangan laut nasional bisa lahir dari desa-desa yang dikelola dengan visi besar. (adv/ed3)

Bagikan:

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer