Jembatan Hampir Jadi, Tapi Rakyat Masih Terjebak di Sungai

tajukmedia.id

WABUP Mahulu Yohanes Avun berdiskusi bersama beberapa pejabat teknis untuk percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Sungai Ratah.
WABUP Mahulu Yohanes Avun berdiskusi bersama beberapa pejabat teknis untuk percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Sungai Ratah.

Mahulu, Tajukmedia.id– Meski Jembatan Sungai Ratah di Kampung Long Gelawang, Kecamatan Laham, secara fisik nyaris rampung, namun masyarakat Mahulu belum juga bisa menikmatinya. Alasannya sederhana tapi krusial: sisi darat di kedua ujung jembatan masih terbengkalai.

“Konstruksi jembatannya sendiri sih sudah berdiri, tapi belum bisa dipakai karena sambungan darat belum selesai,” ungkap Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, Senin (14/4).

Pembangunan jembatan yang dimulai sejak 2022 ini seharusnya sudah bisa digunakan sejak tahun lalu. Namun hingga pertengahan 2025, warga masih harus naik kapal ponton untuk menyeberang Sungai Ratah. Kondisi ini menyulitkan, terutama bagi pelaku usaha dan warga yang bergantung pada efisiensi waktu.

“Bayangkan, harus antre panjang dan bayar mahal hanya untuk menyeberang. Padahal jembatannya sudah kelihatan berdiri kokoh,” imbuh Yohanes.

Menurutnya, jika pengerasan sisi darat segera dikerjakan dengan cor beton, seperti rencana awal, maka jembatan ini sudah bisa digunakan minimal oleh kendaraan ringan. Ia pun mendesak BPJN agar tidak menunggu seremoni peresmian untuk membuka akses.

“Yang penting aman. Tak perlu tunggu diresmikan. Rakyat butuh jalur ini sekarang, bukan nanti,” katanya.

Yohanes juga menyampaikan kekhawatirannya atas lambannya pengerjaan di lapangan. Ia menilai tidak adanya pekerja selama libur Lebaran makin menambah tanda tanya publik.

“Kami tidak anti libur, tapi ini sudah terlalu lama. Tidak ada kejelasan kapan rampung. Ini akses vital,” tegasnya.

Ia bahkan mengaku sempat curiga ada kepentingan lain yang menghambat proyek ini. “Kalau saya saja bisa curiga, bagaimana dengan warga yang sudah terlalu lama menunggu?”

Pemkab Mahulu, kata dia, akan terus mendorong penyelesaian proyek ini secepatnya, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi, Kondisi saat ini masih memaksa warga untuk menyeberangi Sungai Ratah dengan menggunakan kapal ponton, yang dinilai menyulitkan, baik dari segi biaya maupun waktu tempuh. “Ini bukan sekadar jembatan, tapi penghubung utama ekonomi dan mobilitas warga,” ujarnya.

Wabup Mahulu menegaskan, Pemkab akan terus mendorong agar pembangunan Jembatan Sungai Latah bisa segera diselesaikan dan dioperasikan. Ia berharap agar pihak kementerian, BPJN, dan semua yang terlibat dalam pengerjaan bisa mempercepat proses tersebut demi kepentingan masyarakat luas. (ADV/ED1)

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer