Tajukmedia.id, Sangatta – Deru air Sungai Poros di Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur (Kutim), kini bukan hanya memacu adrenalin para atlet arung jeram, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi warga di sekitarnya. Turnamen Arung Jeram Open Dispora Cup 2025 yang resmi dibuka oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pada Kamis (13/11/2025), menjadi momentum bagi masyarakat untuk ikut menikmati manfaat dari geliat wisata olahraga air ini.
Sejak pagi, tepian sungai tampak ramai. Warga setempat membuka lapak dadakan—menjual minuman, makanan ringan, hingga hasil kebun. Anak-anak berlarian di tepi sungai, sementara para pengunjung dari luar daerah sibuk mengabadikan momen seru ketika perahu karet melawan arus deras.
Bagi Suryani (38), warga Desa Rantau Pulung, turnamen ini seperti napas baru bagi ekonomi desa. “Biasanya tempat ini sepi, tapi sejak ada acara arung jeram, banyak yang datang. Saya bisa jualan gorengan sampai habis sebelum siang,” ujarnya tersenyum.
Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menyebut, kegiatan ini tidak hanya tentang olahraga ekstrem, tetapi juga bagian dari strategi Pemkab Kutim untuk menghidupkan potensi wisata berbasis alam.
“Kita ingin Sungai Poros dikenal bukan hanya oleh atlet, tapi juga wisatawan. Potensi alamnya luar biasa, dan ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Turnamen yang diikuti puluhan tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur ini mempertandingkan dua kategori utama H2H (Head to Head) dan Slalom R4 yang menguji kecepatan serta ketangkasan mengendalikan perahu di antara rintangan.
Ketua Panitia, Aidil Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga ajang promosi wisata daerah. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa olahraga bisa membawa manfaat luas. Bukan hanya bagi atlet, tapi juga bagi warga sekitar yang terlibat langsung,” katanya.
Kemeriahan turnamen arung jeram di Sungai Poros menandai babak baru bagi Kutim dalam mengembangkan wisata berbasis petualangan alam. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi warga, kawasan ini berpotensi tumbuh menjadi destinasi unggulan olahraga air di Kalimantan Timur.
“Kalau setiap tahun diadakan, tentu akan banyak yang datang lagi. Kami siap sambut, asal airnya deras dan dagangan juga laku,” ujar Suryani sembari tertawa. (adv/ed2)









