Diskominfo Staper Kutim Dorong Penguatan KIM Lewat Pelatihan Produksi Konten Digital

tajukmedia.id

PELATIHAN konten digital garapan Diskominfo Staper di Ruang Rapat Utama Diskominfo Staper, Kamis (21/11/2025).
PELATIHAN konten digital garapan Diskominfo Staper di Ruang Rapat Utama Diskominfo Staper, Kamis (21/11/2025).

SANGATTA, Tajukmedia.id-Upaya meningkatkan kualitas arus informasi publik di Kutai Timur kembali digiatkan Dinas Komunikasi Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper). Kamis (20/11/2025), OPD ini menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Ruang Rapat Utama Diskominfo Staper, Bukit Pelangi. Kegiatan sehari itu diarahkan menjadi ruang penguatan peran KIM sebagai mitra pemerintah dalam penyebaran informasi yang cepat dan akurat.

Pelatihan menghadirkan dua pemateri, penggiat media digital Kutim, Moris Dedi bersama perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim, Wahyu Yuli Artanto. Keduanya memaparkan strategi pengelolaan konten digital, teknik publikasi, hingga prinsip dasar penulisan berita yang sesuai kaidah jurnalistik. Materi disusun menyasar kebutuhan praktis para anggota KIM yang berhadapan langsung dengan dinamika informasi di wilayah masing-masing.

Kadis Kominfo Staper Kutim Ronny Bonar H Siburian melalui Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Lisa Komintin menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi publik. “Pelatihan ini merupakan langkah berkelanjutan untuk memperkuat fungsi KIM sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. KIM harus mampu menyampaikan informasi yang benar, cepat, dan mudah dipahami,” ujarnya.

Lisa juga menyoroti tuntutan era digital yang mengharuskan pengelola informasi terus beradaptasi. Menurutnya, kecepatan arus informasi menuntut kemampuan produksi konten yang menarik dan berkualitas. “Di tengah derasnya informasi, menghasilkan konten yang relevan bukan lagi pilihan. Ini kebutuhan. Karena itu materi pelatihan hari ini kami rancang sesuai tantangan digital,” katanya.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh panduan strategi pengelolaan media digital, mulai dari optimalisasi pemanfaatan media sosial, pemilihan konten yang efektif, sampai cara membuat website lebih informatif. Sesi kedua difokuskan pada teknik penulisan jurnalistik seperti penyusunan berita berimbang, akurasi penyajian data, dan etika publikasi. Menutup kegiatan, Lisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia berharap KIM di setiap wilayah mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. “Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Itu standar yang ingin kita jaga bersama,” tutupnya. (advertorial/ED1)

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer