Dinas PU Kutim Fokus Utama Pembangunan Jalan di Kecamatan

tajukmedia.id

PLT Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia.
PLT Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia.

SANGATTA, Tajukmedia.id – Usulan paket proyek Multiyears Contract (MYC) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang diajukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih berada dalam tahap pembahasan bersama DPRD Kutim. Lebih dari 20 paket telah diusulkan, namun belum ada keputusan final terkait prioritas maupun besaran anggaran yang akan dialokasikan pada masing-masing kegiatan.

Plt Kadis PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi fokus utama dalam usulan MYC tahun ini. Sebagian besar program yang diajukan berada di luar wilayah Sangatta, menyesuaikan dengan kebutuhan peningkatan akses di kecamatan-kecamatan. “Prioritas utama dalam program MYC ini tetap pembangunan infrastruktur jalan, yang sebagian besar berada di luar wilayah Sangatta,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa usulan MYC mencakup proyek strategis yang meliputi pembangunan jalan baru, peningkatan jalan eksisting, hingga beberapa proyek jembatan. Kebutuhan ini disesuaikan dengan perkembangan wilayah serta permintaan masyarakat yang membutuhkan akses lebih baik untuk mobilitas dan ekonomi. “Fokus terbesar ada pada pembangunan jalan, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan wilayah di luar Sangatta yang masih membutuhkan peningkatan aksesibilitas,” jelasnya.

Beberapa rekomendasi jalan yang diusulkan antara lain pembangunan jalan penghubung antardesa serta peningkatan badan jalan yang sebelumnya belum terbentuk. Joni menyoroti beberapa titik di Desa Manubar dan wilayah sekitarnya yang menjadi prioritas karena infrastruktur dasar yang masih minim. “Ada beberapa badan jalan yang memang belum ada. Kami mengusulkan pembangunan jalan baru sekaligus peningkatan jalan yang sudah ada,” tambahnya.

Selain proyek jalan, sejumlah pembangunan jembatan turut dibahas, termasuk lanjutan pengerjaan Jembatan Telen. Namun, Joni memastikan bahwa khusus Jembatan Telen, pengerjaannya tahun ini tetap berjalan secara bertahap dan tidak masuk dalam paket MYC. “Seluruh paket yang diajukan dalam MYC tetap harus menunggu keputusan dewan, mulai dari penentuan nama paket, panjang jalan, hingga total pagu anggarannya, sebelum bisa direalisasikan,” terangnya.

Meski pembahasan masih berlangsung, Joni menilai bahwa implementasi proyek MYC nantinya berpotensi membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Jumlah tenaga kerja yang terserap akan menyesuaikan skala masing-masing proyek. “Jika disetujui, paket MYC ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh pembangunan infrastruktur,” pungkasnya. (advertorial/ED1)

Bagikan:

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer