SANGATTA, Tajukmedia.id – Area Traffic Control System (ATCS) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi memasuki tahap operasional penuh tahun ini. Sistem kendali lalu lintas berbasis teknologi tersebut kini berfungsi di seluruh simpang yang telah dilengkapi lampu lalu lintas, dengan total delapan titik yang aktif dipantau.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kutim, Abdul Muis, mengatakan pemasangan ATCS menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pengaturan arus kendaraan dan meningkatkan keselamatan para pengguna jalan. Seluruh titik kini terhubung langsung ke Command Center Dishub melalui jaringan kamera yang menampilkan kondisi lalu lintas secara real-time. “Kamera yang terpasang di setiap persimpangan memberikan visual kondisi lalu lintas secara langsung, yang membantu petugas mengatur durasi lampu merah-hijau, mengantisipasi kemacetan, hingga menindaklanjuti pelanggaran,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Ia menyampaikan beberapa simpang utama yang telah terhubung dengan sistem ATCS, antara lain Simpang Telkom, Simpang Pendidikan, Simpang Margo, Simpang Karya Etam, Simpang APT Pranoto, serta sejumlah simpang berlampu lain yang telah beroperasi dalam kota. Melalui sistem tersebut, petugas dapat merespons titik kepadatan maupun gangguan lalu lintas lebih cepat tanpa harus turun langsung ke lapangan.
Implementasi ATCS menelan anggaran lebih dari Rp 2 miliar. Biaya tersebut meliputi pemasangan perangkat kamera, jaringan komunikasi data, server pengendali, serta pengembangan ruang kendali. Menurut Muis, nilai investasi tersebut sepadan dengan manfaat yang diberikan, terutama dalam meningkatkan ketertiban lalu lintas dan efisiensi pengaturan arus kendaraan. “Kini kita memiliki kemampuan lebih besar dalam merespons masalah lalu lintas, mulai dari kemacetan mendadak, kecelakaan kecil, hingga pemantauan truk bermuatan berat seperti angkutan galian C,” tambahnya. Dishub menegaskan bahwa ATCS bukan sekadar alat pemantau, tetapi fondasi awal menuju penerapan sistem transportasi cerdas (intelligent transportation system) di Kutim. Ke depan, Dishub berencana memperluas jaringan ATCS seiring bertambahnya simpang berlampu baru di wilayah perkotaan. “Kita berharap ini menjadi solusi serta menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan modern,” tutupnya. (advertorial/ED1)









