Dispora Kutim Gandeng Dekranasda, Dorong Kreativitas Pemuda Lewat Pengembangan Kerajinan Lokal

tajukmedia.id

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan.

SANGATTA, Tajukmedia.id – Peran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) kini tidak lagi sebatas pembinaan atlet. Instansi tersebut mulai merangkul sektor kreatif untuk mendorong minat generasi muda yang lebih beragam. Kolaborasi dengan Dekranasda Kutim menjadi langkah strategis untuk membuka ruang baru bagi anak muda yang memiliki bakat di luar olahraga.

Program pengembangan kerajinan ini dilaksanakan bersamaan dengan sejumlah event olahraga yang digelar sepanjang tahun. Dispora menilai anak muda membutuhkan wadah yang variatif agar tetap aktif dan produktif sesuai minat masing-masing. “Tidak semua anak terpikat pada olahraga. Ada yang berbakat membuat kerajinan, dan mereka juga perlu diberi ruang,” ujar Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, Senin (24/11/2025).

Basuki menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan sesaat. Pembinaan berkelanjutan menjadi fokus agar peserta dapat menghasilkan karya dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar. “Program ini diarahkan agar karya mereka tidak hanya estetik, tetapi juga bernilai ekonomi,” jelasnya.

Dekranasda Kutim, yang dipimpin oleh Ibu Bupati, disebut menjadi mitra penting dalam mendorong kreativitas lokal. Selama ini, lembaga tersebut aktif memperkenalkan kerajinan daerah ke berbagai pameran dan jaringan pemasaran. “Kami ingin kreativitas anak-anak ini semakin berkembang dan bisa menunjukkan kekhasan Kutai Timur,” ujar Basuki.

Dispora menegaskan bahwa pengembangan kerajinan di kalangan pemuda juga bagian dari strategi memperluas peluang ekonomi. Pelatihan, workshop, dan pameran disiapkan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam produksi maupun promosi karya. “Tujuannya bukan hanya melatih keterampilan, tapi membuka pintu bagi ekonomi kreatif anak muda,” katanya.

Seiring berkembangnya ekosistem kerajinan lokal, Dispora menargetkan munculnya lebih banyak talenta baru dari berbagai kecamatan. Pemerintah melihat potensi besar apabila generasi muda diberi ruang yang cukup untuk mengembangkan identitas budaya melalui produk lokal. “Kerajinan yang mereka hasilkan bisa menjadi ciri khas daerah dan berkontribusi pada ekonomi masyarakat,” ujar Basuki.

Basuki berharap peserta yang telah mendapatkan pembinaan dapat terhubung lebih erat dengan Dekranasda sebagai jalur pengembangan berikutnya. Pemerintah optimistis kolaborasi ini mampu memperkaya ragam kerajinan khas Kutim di masa mendatang. “Harapan kami, mereka bisa melangkah lebih jauh dan ikut memperkaya kerajinan daerah,” tutupnya. (advertorial/ED1)

Bagikan:

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer