SANGATTA, Tajukmedia.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan perlunya penguatan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam pembangunan daerah. Jumlah ormas yang terus bertambah, saat ini mencapai 378 buah. Hal ini menjadi sinyal besarnya partisipasi publik sekaligus tantangan bagi pemerintah dalam memastikan arah geraknya tetap selaras dengan regulasi.
Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim, Tejo Yuwono, usai membuka Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Selasa (18/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk memperkuat pemahaman aturan pembinaan ormas, sekaligus menyiapkan pola kolaborasi yang lebih terukur.
Tejo menjelaskan, tingginya jumlah ormas di daerah ini membawa dua konsekuensi: potensi besar dalam partisipasi masyarakat dan kebutuhan pengawasan yang lebih sistematis. Dari total 378 ormas, sebanyak 312 organisasi telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, sementara 66 lainnya tercatat melalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di pemerintah daerah.
“Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri RI, menyatakan Kutai Timur termasuk daerah dengan jumlah ormas terbanyak di Kalimantan Timur. Kondisi ini harus kita baca sebagai peluang sekaligus tantangan. Pembinaan menjadi kunci agar semua ormas dapat berjalan sesuai koridor hukum dan mampu memberi kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi bagian dari upaya memperkuat ruang dialog antara pemerintah dan ormas. Apalagi di tengah dinamika sosial dan pembangunan daerah yang menuntut sinergi lintas sektor.
Mengenai pelaksanaan sosialisasi kali ini, Tejo berharap momentum tersebut dapat memperkuat hubungan kerja pemerintah dan ormas, terutama dalam memahami aturan dan menyusun langkah strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemahaman terhadap regulasi bisa semakin selaras. Lebih dari itu, kolaborasi antara pemerintah dan ormas harus makin intensif, terutama dalam mendorong pembangunan yang partisipatif,” tutupnya. (advertorial/ED1)









