Loa Ipuh Hidupkan Lahan Tidur, Dorong Pertanian Urban Demi Kemandirian Pangan

tajukmedia.id

Loa Ipuh Hidupkan Lahan Tidur, Dorong Pertanian Urban Demi Kemandirian Pangan
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan.

TENGGARONG – Di balik deretan rumah dan bangunan padat Kelurahan Loa Ipuh, terselip potensi besar yang selama ini terabaikan: lahan-lahan terbengkalai yang dibiarkan kosong bertahun-tahun. Namun kini, tanah-tanah sunyi itu mulai disulap menjadi ladang-ladang hijau penuh harapan. Sebuah gerakan pertanian urban mulai menggeliat dari akar rumput.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar urusan tanam-menanam, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan membuka peluang ekonomi di tengah masyarakat.

“Banyak lahan yang tak dimanfaatkan. Padahal, kalau kita kelola dengan benar, bisa jadi sumber penghasilan dan ketahanan pangan sekaligus,” ujar Erri, Rabu (26/3/2025).

Gerakan ini mendapat dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk bantuan sarana prasarana seperti irigasi dan akses pelatihan. Dengan fasilitas dasar terpenuhi, lahan yang tadinya dianggap tak bernilai kini disiapkan untuk menjadi pusat pertanian terintegrasi.

Semangat warga pun menyala. Dalam Musrenbang terakhir, usulan pemanfaatan lahan muncul tidak hanya dari kelompok tani, tetapi juga dari pemuda dan para ketua RT. Mereka ingin turut ambil bagian dalam mengubah wajah pertanian kota.

“Antusiasme masyarakat tinggi. Banyak yang ingin bergabung karena melihat peluang ekonomi dari pertanian. Ini bukti bahwa pertanian bisa menarik kalau dijalankan dengan pendekatan yang tepat,” kata Erri.

Erri juga menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam transformasi ini. Ia menyadari tantangan besar adalah mengubah citra pertanian yang dianggap kuno menjadi peluang usaha yang modern dan membanggakan.

“Kalau kita bisa kombinasikan dengan digital—seperti pemasaran online, pemantauan drone, sampai irigasi otomatis—anak-anak muda pasti tertarik,” jelasnya.

Langkah berikutnya, menurut Erri, adalah memfasilitasi pelatihan teknis, membuka akses ke pasar, dan mendorong pembentukan koperasi tani milenial. Ia bahkan menggagas potensi agrowisata berbasis kelurahan sebagai wajah baru ekonomi lokal.

“Kalau berhasil, kita bisa jadi contoh. Dari urban farming, kita bisa membentuk koperasi, bahkan destinasi wisata lokal. Semua berangkat dari memanfaatkan apa yang kita punya,” tutupnya.

Inisiatif dari Loa Ipuh membuktikan bahwa pertanian tidak harus menunggu proyek besar. Ia bisa dimulai dari halaman belakang, dari semangat kolektif warga, dan dari kepemimpinan lokal yang visioner. Dan siapa tahu, dari sana akan lahir petani-petani masa depan yang tumbuh bukan di ladang luas—melainkan di jantung kota. (adv/ed3)

Bagikan:

Tags

3 pemikiran pada “Loa Ipuh Hidupkan Lahan Tidur, Dorong Pertanian Urban Demi Kemandirian Pangan”

  1. Downloaded this app on a whim and it completely changed my gaming routine. The push notifications for flash sales are actually useful and the payout history is always on point. Solid choice for daily players. aaajijiapp

  2. I have tried quite a few gaming platforms and this one keeps me coming back. The slot collection is updated regularly with fresh titles that have great soundtracks and engaging mechanics. Loyalty points add up quickly and the redemption process is straightforward. It is a genuinely enjoyable space for both casual and serious players. Give it a try casinoplayuzu

  3. Playing cards for fun has never been this smooth since I discovered this place. The game variety is huge and every round feels perfectly balanced. I also appreciate how quick the payout options are for our local wallets. A solid ride for anyone who loves the classics. vnvuabai9

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer